I made this widget at MyFlashFetish.com.

Slaid Gamelan IPGM KSAH

Ahad, 27 September 2009

Tingkat-Tingkat Apresiasi

Dalam kehidupan manusia, setiap yang kita lakukan selalu saja berubah tanpa henti sehingga mencapai suatu kesempurnaan, setiap proses tercapainya kesempurnaan pasti ada suatu tingkatan-tingkatan yang mempengaruhi kegiatan tersebut sehingga memperoleh hasil yang di inginkan, di dalam kegiatan apresiasi sebagai kegiatan yang dilakukan oleh manusia tentu dapat berubah-ubah dan berbeza-beza juga. Perubahan ini seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tingkat pemahaman seseorang serta perubahan emosi atau kejiwaan seseorang, seiring bertambahnya usia dan pengalaman hidupnya.

Bukanlah sesuatu yang menghairankan saat kita mendengar orang yang berbeza pendapat ketika mengemukakan pengalaman membaca karya sastera ataupun karya seni yang dinikmatinya.

Mengenai tingkat-tingkat apresiasi, Rusyana [1984: 322-333] berpendapat bahwa apresiasi itu bertingkat-tingkat dan kerana itu apresiasi seseorang dapat dikembangkan ke arah yang lebih tinggi.

Apresiasi tingkat pertama, terjadi apabila seseorang mengalami pengalaman yang ada dalam sebuah karya sastera, ia terlibat secara intelektual, emosional, dan imajinatif dengan karya sastera itu.

Apresiasi tingkat kedua, apabila daya intelektual pembaca lebih giat. Pada tingkat kedua ini pembaca mulai bertanya pada dirinya tentang makna pengalaman yang diperolehnya, tentang pesan yang disampaikan pengarang, tentang hal yang tersembunyi di balik alur, dan lain-lainnya. Pada tingkat ini pembaca memperoleh pengalaman yang lebih mendalam berkat kemampuan intelektual yang dimiliki oleh penguasaan terhadap pengertian teknik yang dipelajarinya.

Pada tingkat akhir, pembaca menyedari adanya hubungan karya sastera itu dengan dunia di luarnya, sehingga penikmatan dan pemahaman pun dapat dilakukan dengan lebih luas dan mendalam.

Sementara itu Natawidjaya [1980: 2] menggolongkan apresiasi ke dalam lima tingkat. Kelima tingkat tersebut adalah.

Tingkat pertama, tingkat penikmatan yang bersifat menonton, merasakan senang yang sifatnya sama dengan perasaan saat dipuji atau menerima pemberian yang tak terduga.

Tingkat kedua, tingkat penghargaan yang bersifat kepemilikan dan kekaguman akan sesuatu yang dihadapinya.

Tingkat ketiga, tingkat pemahaman yang bersifat belajar, mencari pengertian sebab-akibat.

Tingkat keempat, tingkat penghayatan yaitu meyakini apa dan bagaimana produk karya tersebut.

Tingkat kelima, tingkat implikasi yang bersifat marital, memperoleh daya tepat guna, bagaimana dan untuk apa karya itu.

Jadi setiap manusia pasti mempunyai pendapat yang berbeza dengan pengertian apresiasi dan tingkatan apresiasi, penikmat juga di bezakan seperti tingkatan di atas.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan